Selasa, 24 Januari 2017

Tingkatkan Daya Ingat Anak Dengan Pergi Jalan-Jalan

Rasanya tidak ada orang yang tidak suka pergi berpelesiran melihat daerah selain tempat tinggalnya. Hari libur adalah hari yang di tunggu sebab saat itulah orang akan pergi berjalan-jalan. Berlibur ke tempat wisata atau mengunjungi kota lain ternyata tidak hanya terjadi pada manusia modern saat ini. Ternyata aktifitas jalan-jalan sudah ada tertulis dalam Al-qur'an.

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu (Q.S 71:19-20). Ayat ini jelas menggambarkan bahwa Allah menyuruh kita untuk pergi berjalan-jalan melihat belahan dunia lainnya. Semua itu hanya karena supaya kita dapat memperlajari dan mensyukuri nikmat Allah berupa alam semesta yang luas.

Aktifitas jalan-jalan bukan hanya digemari oleh orang dewasa namun juga anak-anak. Bahkan anak-anaklah yang paling antusias jika diajak pergi berlibur. Moment pergi berjalan-jalan akan diingat mereka sampai dewasa.


Kegiatan ini juga yang paling digemari Azam, anakku. Hari yang ditetapkan untuk berlibur sangat ditunggu dan dia menjadi tidak sabaran. Sebenarnya bukan tempat tujuannya yang menjadi prioritas namun kebersamaan dengan keluargalah yang lebih penting. Di usia 3 tahun kami sudah mula mengajaknya pergi ke kota lain namun kala itu dia tidak begitu mengingat. Karena memang idealnya membawa anak pergi berlibur adalah usia 5 tahun. Ini bukan kata saya tapi kata pakar parenting tentang bagaimana meningkatkan bonding antara anak dan orang tua.

Hal ini terbukti memang, sebab ketika kami mengajaknya ke Desa Gema, Lipat Kain, Kab Kampar Kiri Hulu, Riau. Azam masih mengingat dengan baik hingga sekarang. Perjalanan menuju desa tersebut tidaklah jauh hanya memakan waktu lebih kurang 2 jam dari rumah. Dengan mengendarai mobil kami berangkat menuju lokasi pada pagi hari pukul 9.00 dan sampai pukul 11.00 Wib.

Sepanjang perjalanan Azam lah yang paling bising dan sering bertanya tentang apa yang menarik di matanya. Seperti sapi yang sedang makan rumput, hamparan sawah dan aliran sungai Kampar yang panjang. Tujuan kami membawanya ke Desa Gema adalah agar ia belajar tentang alam karena aliran sungai Kampar sampai ke desa tersebut. Selain itu ada air terjun yang mengalir di atas bukit dengan rimbunan pohon lebat.

Sesampainya di tempat tujuan hari sudah mulai siang dan matahari terasa menyengat. Kami istirahat sebentar di bawah pohon sambil mencari tempat untuk gelar tikar. Ada 2 mobil keluarga yang ikut ketika itu jadi lumayan ramai. Setelah issoma ( istirahat, salat, makan) kami mulai bergerak menuju ke atas bukit menuju air terjun. Negosiasi dengan penduduk yang memiliki perahu pun terjadi. Untuk menuju ke sumber air terjun harus melewati aliran sungat sekitar 45 menit. Itu sebabnya jasa perahu nelayan dibutuhkan.


Hari yang cerah tidak menyurutkan langkah kami untuk mulai mendaki. Dengan tanpa perencanaan perjalanan ke atas bukit dilakukan. Ada sekitar 13 orang yang terdiri dari uwaknya, abang, kakak dan tentu sama kami orang tuanya. Anggota termuda waktu itu adalah Azam yang masih berusia 4 tahun. Meski begitu dialah yang paling cepat berjalan seolah tidak ada rasa takut dan letih. Hanya kegembiraan yang terpancar.

Di setengah perjalanan beberapa anggota keluarga memilih berhenti karena tidak kuat. Ya, maklum saja perjalanan ini memang tidak direncanakan lebih dulu. Bagi yang penasaran ingin melihat sumber air terjun melanjutkan perjalanannya. Azam salah satu yang sampai ke puncak, ia mengikuti ayahnya. Walaupun setengah perjanana turun Azam minta di gendong karena letih. Namun keletihan itu sirna kala ia ku perbolehkan mandi di sungai. Tidak tunggu lama, Azam langsung buka baju dan nyebur, mandi di aliran air terjun yang dingin.

Puas mandi kami melanjutkan kembali perjalanan turun bukit. Kegiatana selanjutnya di isi Azam dengan mencari ikan-ikan kecil yang ada disekitar tepi sungai. Sementara yang lain memilih duduk dan beristirahat di bawah pohon sebelum pulang. Perjalanan yang tidak direncanakan itu ternyata berarti bagi Azam, karena meskipun sudah setahun yang lalu dia masih bisa mengingatnya. Jika sesekali melihat foto-foto yang ada di HP ku dia mulai bercerita tentang perjalanan itu.


Dari situ aku berfikir untuk menyisihkan sedikit demi sedikit rejeki yang ada agar kelak dapat mengajaknya lagi jalan-jalan ke tempat yang lain. Semoga kenangan yang ditinggalkan tetap membekas di ingatannya.