Featured Posts Slider

Tampilkan postingan dengan label Jejak langkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak langkah. Tampilkan semua postingan

Menatap Keindahan Pulau Pagang Dari Pantai Carlos

Kamis, 19 Juli 2018
 
Pantai di Sumatera Barat

Menatap Keindahan Pulau Pagang Dari Pantai Carlos - Sumatera Barat memang tidak lokek dengan destinasi wisata alamnya yang beragam. Sekilas Saya sempat berfikir bahwa jika Alloh menciptakan Bandung ketika tersenyum, maka SumBar diciptakan Alloh ketika gembira. Sebab hampir setiap sudut SumBar bisa dinikmati keindahannya. Bukan hanya pemandangan alam dengan gugusan bukit barisan yang bisa kalian nikmati meskipun sedang berada di kota. Udara di SumBar favorite sekali bagi Saya. Sejuk segar.....

Banyak sekali destinasi wisata yang jaraknya berdekatan dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Setelah Saya terbengong-bengong melihat curahan Air Terjun Lembah Anai yang berada tepat dipinggir jalan raya. Saya disuguhkan dengan pemandangan Danau Maninjau dari atas Puncak Lawang.

Semakin ke selatan keindahan SumBar tidak pupus malah semakin cantik. Pantai-pantai yang indah dengan pulau-pulau diseberangnya membuat Saya tak berhenti memuji kekuasaan Alloh. Salah satu pantai yang kami kunjungi ketika berwisata ke sana adalah pantai Carlos. Dengan Pulau Pagang di seberangnya membuat wisatawan tak surut datang ke sini.

sumatera barat

Ketika sampai ke pantai Carlos suasana sudah malam, lewat magrib kalau tidak salah. Deburan ombak langsung menyambut kami jadi meskipun gelap Saya bisa menduga bahwa penginapan ini tepat berada dibibir pantai. Sayangnya ketika sampai kamar hanya tinggal satu sementara kami datang berlima. Saya, suami, dua anak dan satu keponakan. Dan gawatnya lagi kamar penginapan ini kecil jadi tidak bisa ditinggali berlima. Akhirnya ayah ambil keputusan bobok di dalam mobil. Duh, kasihan ayah :)

Rencana menginap dua malam segera Kami pangkas jadi satu malam saja karena besoknya tidak ada tanda-tanda kamar kosong. Bahkan menurut penjaga penginapan para wisatawan asing banyak yang sudah tinggal di penginapan itu selama berbulan-bulan. Ada yang sudah setahun ngga pulang ke negaranya malah. Bingung juga. Ini doyan apa kehabisan uang :D

Meskipun melewati malam yang horor sebab atap penginapan ada yang terbuka satu petak suasana kamar mandir yang banyak pup tikus dan lantai kamar yang berpasir tapi pas dimintai sapu malah ngga ada, kata pegawai penginapan begitu.

pantai di sumatera barat

Besoknya tidak mengurangi kesenangan kami bermain dipantai. Pagi sekali ketika ombak masih naik sehingga jaraknya dekat sekali dengan pantai kami bermain ditepiannya. Yang paling senang tentu saja Azam. Dan memang harapan kami sih begitu. Perjalanan ini untuknya. Bisa dibilang ini kali pertama ia bermain air yang asli dari alam. Biasa selama ini cuma main ke kolam berenang aja. Jadi rasa air yang asin benar-benar membuatnya kaget.

"Ibu... airnya ada garamnya" Pekiknya heran. 
"Iya ini memang air garam" Kata Saya, kemudian menerangkan serba sederhana bahwa air di dunia ini ada dua. Tawar dan asin. Tawar contohnya air sungai, sumur dll. Asin itu asalnya dari laut. Tapi kelihatannya Dia tidak perduli. Azam lebih takjub melihat para kumpulan bule yang siap-siap mau nyebrang ke Pulau Pagang.

Kulit mereka putih, rambut pirang, postur tubuh yang tinggi dan mata yang biru membuat Azam merasa orang-orang ini berbeda dari yang biasa Dia temui. Eh, ndilalah satu dari Mas Bule ini memandang ke arahnya dan melempar senyum. Kontan Azam salting dan ngumpet dibalik tubuh saya. Kami saling senyum.

Sebenarnya Saya ingin sekali menyebrang namun kondisi tubuh Saya saat itu tidak memungkinkan. Ya, Saya sedang hamil 7 bulan. Perut endut Saya sudah sangat kelihatan dan tenaga harus dihemat sebab perjalanan liburan ini masih dua hari lagi. Lagipula Suami tidak mengijinkan, alasannya pamali. Pagang jarang didatangi orang. Pulau itu hanya ada penghuninya ketika orang datang kesana. Sementara penghuni tetapnya tidak ada. Jadi otomatis rawan oleh mahluk yang tidak kasat mata.

sumatera barat

Walaupun begitu rasanya tidak mengurangi kegembiraan kami berjemur di pantai. Apalagi Azam, Dia benar-benar menikmati quality time bersama ayah. Jarang moment seperti ini datang. Ayah mengajarkan Azam berenang di pantai. Azamnya jejeritan aja, hebohlah pokoknya. Selesai berenang mereka duduk-duduk dan membiarkan setengah tubuh terendam air. 

Saya yang malas berbasah-basahan memilih untuk menyusuri pantai tanpa alas kaki. Pasir di Pantai Carlos cukup halus sehingga tidak melukai kaki. Banyak cangkang binatang laut yang berserak di tepian pantai. Iseng Saya memungutinya meskipun tidak ada niat untuk membawanya pulang. Saya seperti memunguti kembali kenangan-kenangan yang pernah terjadi di kehidupan Saya. Bahwa dulu Saya pernah menyusuri pantai seperti ini tapi di negara berbeda dengan orang yang berbeda pula. Saya masih single ketika itu.

Pulang dari Carlos masing-masing kami menyimpan kenangan sendiri-sendiri tapi Alhamdulillah semuanya happy. Terutama Azam. "Bu, kapan kita kesini lagi?"

Menikmati Sore di Danau Singkarak, Pesona Sumatera Barat

Rabu, 11 April 2018

Menikmati Sore di Danau Singkarak, Pesona Sumatera Barat -  Perjalanan ke Danau Singkarak sedikit mengalami debat pepesan kosong karena ketika itu suami bolak-balik nanya ke Singkarak atau Maninjau. Seperti yang kita tahu, SumBar memiliki dua danau yang sama-sama eksotis yaitu Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Keduanya ternyata memiliki ciri yang berbeda ketika dilihat dari dekat.

Danau Maninjau sudah pernah Kami datangi ketika mengunjungi SumBar tahun 2016 yang lalu dimana kala itu hujan turun rintik-rintik #eh apasih? kala itu sebelum menuju ke lokasi Kami lebih dulu menikmati panoramanya dari atas Puncak Lawang. Danau maninjau yang tenang dan diselimuti kabut benar-benar bikin kagum siapapun yang memandang. Kuasa Illahi yang menyajikan pemandangan indah dan gratis. 

Danau Singkarak tidak dapat dilihat dari atas puncak, sebab lokasinya jauh ke arah Padang. So, jika ingin ke Singkarak kalian akan benar-benar keluar dari Bukit Tinggi dan menyusuri jalanan dengan pemandangan sawah di kiri kanan. Danau Singkarang memiliki luas yang lebih besar dari Maninjau namun sama-sama penghasil ikan sungai yang selalu dijumpai di pasar tradisional. Salah satu ikan yang terkenal dari danau ini adalah ikan pantau. Cerita ikan pantau kita bahas di postingan selanjutnya ya.

Jadi ketika sampai ke Singkarak hari sudah menjelang senja, bukan tanpa alasan kami memilih moment senja ke tempat ini. Yup, apa lagi kalau bukan karena sunsetnya. Memandang matahari tenggelam dari danau benar-benar sesuatu yang indah. Secara memandang sunset dari gunung sudah lama sekali tidak Saya lalukan. Bahkan belum pernah. Loh?


Sedikit kisah mengenai Danau Sinkarak 

Danau ini memiliki luas sekitar lebih kurang 107,8 Km2 dan merupakan danau terluas ke-2 di Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Sebagian air danau in dialirkan melalui terowongan yang menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak yang berada di dekat Lubuk Alung.  

Berbeda dengan Maninjau yang terbentuk akibat dari letusan gunung api pada satu ketika dulu. Danau Singkarak terbentuk karena adanya proses tektonik. Danau ini merupakan bagian dari Cekungan Singkarak - Solok yang termasuk di antara segmen dari Sesar Sumatera. Cekungan dari danau ini terbentuk karena tanah disekitarnya ambles aktibat adanya aktivitas pergerakan Sesar Sumatera. Cekungan besar ini terbendung oleh material vulkanik dari letusan gunung api. Akibat pembendungan materal vulkanik ini terbentuklah Danau Maninjau di satu bagian dan Danau Singkarak di bagian lainnya.

Apa yang bisa Kamu nikmati di Danau Singkarak

Secara garis besar Danau Singkarak sama dengan danau atau wisata air lainnya, hanya ada air dan air seluas mata memandang. Namun pemerintah daerah yang bekerja sama dengan para penduduk telah membuat tebing batu setinggin pinggang orang dewasa untuk tempat duduk dan bersantai menikmati deburan air danau yang senantiasa menghantam.

Tidak banyak yang bisa Kami nikmati selain menanti sunset, namun jika Kalian ingin menginap di sekitar danau ada hotel untuk menginap dan ada sedikit pasir untuk anak bermain. Ada bagian yang terbuka selain tembok yang Saya sebutkan tadi.

Yang menarik adalah jalan lintas Danau Sinkarak selalu dijadikan lintasan lomba sepeda loh, Di sini kalau ada pertandingan balap sepeda selalu semarak karena antusias penduduk baik dari SumBar maupun luar daerah yang mengikuti perlombaan ini. Karena pesertanya yang banyak hadiahnya juga tidak tanggung-tanggung. Menurut penduduk sekitar hadiah untuk lomba balap sepeda misalnya motor, uang, sepeda dll yang harganya lumayan. 


Perbaikan untuk menarik wisatawan ke Danau Singkarak

Mungkin karena tempatnya yang jauh jadi sentuhan pembangunan lokasi wisata di rasa masih perlu perbaikan terutama untuk wahana bermain. Selain itu jika di bangun spot dengan view Danau Singkarak yang instagram-able mungkin akan lebih menarik wisatawan ke lokasi ini. Sebab ketika datang ke sini tidak banyak orang yang berkunjung karena mungkin tidak ada spot yang spesial untuk di foto. Berbeda dengan lokasi wisata lainnya di SumBar seperti Lezatta, Lembah Harau dll yang lebih banyak dikunjungi.

sumber sejarah Danau Singkarak: Wikipedia


Sejarah Ngarai Sianok, Panorama Dulu dan Kini

Kamis, 05 April 2018
ngarai sianok
google
 Sejarah ngarai sianok, panorama dulu dan kini - Mengunjungi Ngarai Sianok bukanlah satu dari agenda kami ketika datang ke SumBar. Bisa dibilang ini semacam kebetulan karena tujuan utama sebenarnya ke Goa Jepang. Namun karena tangga menuju Goa Jepang seperti Tembok Besar di China dan pastinya bikin ngos-ngosan.

Nah, Ngarai Sianok ini tepat berada dibelakang Goa Jepang. Berupa aliran sungai yang sayangnya tidak terlalu jernih dan sangat dangkal. Itulah kira-kira yang terlintas dipikiran saya ketika pertama kali datang ke tempat ini. Satu hal yang bikin menakjubkan adalah pemandangan disekitar ngarai benar-benar indah. Tebing ngarai menghujam hampir dalam posisi tepat 100 derajat. Tegak mengelilingi ngarai.

Penasaran dengan Ngarai ini sambil momong bocah saya pun googling tentang tempat wisata yang sebagian besar didatangi oleh warga setempat. Ada beberapa pondokan untuk kita beristirahat dan kedai makan sederhana. Makanan yang disajikan sebagian besar adalah cemilan dan makanan pokok tradisional. Lalu apa yang membuat Ngarai Sianok menjadi istimewa sejak jaman Belanda dulu?  Berikut sejarah Ngarai Sianok yang harus kamu tahu!

Sejarah Ngarai Sianok

sejarah ngarai sianok

Sejarah Ngarai Sianok, panorama dulu dan kini - Ngarai sianok adalah lembah curam yang hampir seperti jurang, terletak di perbatasan kota Bukit Tinggi kecamatan Koto, kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah yang memanjang dan berkelok ini merupakan gari batas dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku dan berakhir di kecamatan Palupuh.

Kedalaman Ngarai Sianok jika diukur dari dinding tebing hingga ke sungai dalamnya sekitar 100 m dan membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m. Ngarai Sianok sendiri merupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang. Warga sekitar menyebutnya patahan semangko. Patahan ini membentuk dinding yang curam bahkan tegak lurus membentuk lembah yang hijau.

Kondisi Ngarai yang unik ini ternyata hasil dari gerakan turun kulit bumi yang dialiri sungai. Dalam bahasa Minangkabau sungai ini disebut Batang Sianok artinya air yang jernih. Dahulu bisa jadi Batang Sianok ini memiliki air yang jernih namun ketika kami datang kondisi air keruh dan dangkal. Ketinggiannya hanya sekitar 30m dari dasar sungai. Namun tetap saja anak-anak antusias bermain apalagi ketika kami datang ada anak penduduk setempat yang sedang mandi. Jadi seru deh.

Di zaman kolonial Belanda jurang ini disebut sebagai karbouwengat atau dalam bahasa setempat disebut kerbau sanget. Ini juga tidak lepas dari sejarahnya dimana pada zaman dulu tempat ini dijadikan kawanan kerbau liar untuk mencari makan dan mandi.

Panorama Ngarai Sianok

ngarai sianok

Sejarah Ngarai Sianok, panorama dulu dan kini - Seperti tempat wisata lainnya yang memiliki sejarah panjang, Ngarai Sianok juga menyajikan panorama yang indah. Salah satu daya tarik sekaligus memiliki unsur magis adalah dinding tebing yang sumpah bikin deg-deg-an. Takut runtuh bo. Kalian bisa bayangin dinding tebing yang tegak menjulang sepanjang ngarai sekitar lebih kurang 15 km dari ujung ke ujung. 

Keamanan untuk berwisata disini sih terbilang standar aja ya. Mungkin karena aliran sungai yang tidak begitu desar sehingga kekhawatiran hanyut di sungai tidak terpikirkan. Yang pasti jika kalian membawa anak kecil ke sini, berarti urusan keamanan kudu dijaga masing-masing.

Ngarai Sianok meskipun sudah sangat lama menjadi objek wisata nampaknya belum kehilangan daya tarik dari kunjungan wisatawan. Terbukti meskipun bukan waktu berlibur Ngarai Sianok tetap masih ramai dikunjungi khususnya wisatawan lokal. 

Harapannya semoga kedepan Ngarai Sianok mengalami perbaikan khususnya transportasi, keamanan dan kebersihan lingkungannya. Untuk mencapai itu semua dibutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, pengelola, pedagang dan wisatawan untuk lebih menjaga kebersihan supaya nyaman untuk semuanya.

Lezatta Green House, Wisata Penuh Bunga di Sumatera Barat

Selasa, 27 Maret 2018
Lezatta Green House masih terbilang salah satu wisata baru di Sumatera Barat. Letaknya yang strategis tepat di pinggir jalan lintas menuju Riau menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai belakangan ini. Tadinya saya tidak tahu kalau ada tempat wisata baru di sini. Maklumlah bukannya tiap minggu bisa jalan-jalan ke Sumbar kan. Jadi waktu pertama tahu pas jalan pulang ke Pekanbaru.

Tepatnya liburan tahun baru 2018 kemarin kami memilih SumBar sebagai destinasi wisata. Selain dekat dengan Pekanbaru, SumBar bisa dilalui dengan jalan darat. Tidak perlu pusing untuk memilih tempat penginapan karena ada homestay Mersi yang menawarkan kenyamanan ala desa dengan tetangga kanan kiri yang ramah. -- homestaynya akan ditulis pada postingan selanjutnya ya.

Lezatta Green House selintas terlihat seperti taman bunga biasa. Namun ketika Kamu masuk ke dalamnya baru deh kelihatan cantiknya tempat ini. Cuss kita ngobrol abis tentang Lezatta Green House.

Tiket masuk
Harga tiket masuk dikenakan 10.000/ orang dan bisa menikmati keindahan aneka bunga yang tersusu rapi mulai dari taman anggrek, kaktus, mawar, bunga jalar sampai bunga hiasan yang tertata rapi. Ada juga kursi-kursi cantik dan rumah-rumah ala hobbit serta rumah mungil yang tinggi. Intinya istagramable banget deh.

Untuk menikmati atau berfoto dirumah warna kamu akan dimintai tambahan tiket masuk sebersar 5.000/orang lain dari tiket masuk ke taman utama tadi. Di taman rumah warna ada berbagai atap rumah yang dibentuk macam-macam. Ada yang gandengan, terbalik, berdiri sendiri yang kesemuanya dicat warna-warni. Ada juga dinding bunga yang bertuliskan Lezatta Green House sebagai ikon utama yang cucok meong untuk foto-foto.


Lokasi wisata 
Lezatta Green House berada tepat dipinggir jalan lintas SumBar tempatnya di Jl. Raya Batusangkar - Bukittinggi No.23, Lambah, Iv Angkat Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26192. Buka dari mulai pukul 09:00 pagi hingga 16:00 petang. Lokasinya yang berada tepat di pinggir jalan ini menjadi satu masalah kalau menurut saya. Sebab antusias masyarakat baik itu penduduk SumBar maupun luar berdesakan menyebabkan kemacetan di ruas jalan ini.

Ada tempat parkir yang lapang tepat disamping lokasi wisata namun karena banyaknya kendaraan menyebabkan kemacetan tetap tidak bisa dihindari apalagi ketika musim libur tiba. Seperti pengalaman kami ketika pertama kali datang ke sini. Saya nyaris tidak bisa masuk dan akhirnya memang tidak memilih masuk. Karena bawa bayi yang pastinya akan riweh sekali saya lebih memilih diparkiran sambil makan jajan. hehehe

Kedatangan kami yang kedua kali tidak sedang musim libur nasional, namun tetap saja karena weekend Lezatta tetap ramai. Untuk kali ini saya memilih masuk sebab tidak terlalu padat jadi bisalah foto-foto sedikit.

Perbaikan yang perlu dilakukan
Ini semacam sugest aja sih dan sesuai dengan pandangan saya. Lezatta Green House merupakan destinasi wisata yang murah meriah, instagramable dan strategis. Perbaikan yang perlu dilakukan terutama tentang kebersihan lokasi wisata. Karena secantik apapun tempat wisata kalau banyak sampah tentu bikin sakit mata. Jadi selain pemiliknya yang harus menyediakan tempat sampah diberbagai sudut kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga perlu diedukasi. Bisa dengan cara menempelkan stiker tentang pentingnya menjaga kebersihan dll.

Secara keseluruhan tempat wisata ini menurut saya menyenangkan terutama bagi keluarga karena tempatnya tidak terlalu luas jadi aktivitas anak-anak bisa dipantau sejangkauan mata. Semoga akan hadir lagi tempat-tempat wisata murah dan bersih demi menunjang pariwisata Indonesia.

5 Cemilan Ini Wajib Dibawa Pulang Dari Sumatera Barat

Kamis, 08 Februari 2018
5 cemilan yang wajib dibawa dari Sumatera Barat - Berkunjung ke SumBar bukan hanya melulu menikmati pemandangannya. Ada ciri khas ketika kita datang ke provinsi yang berada di cekungan bumi ini. Cemilan. Ya, cemilan khas SumBar sudah terkenal dimana-mana. Apalagi kalau bukan sanjai. Sanjai sejenis cemilan atau makanan ringan seperti keripik. Awalnya mungkin orang hanya mengenal sanjai sebagai keripik ala SumBar. Namun sangking terkenalnya akhirnya pada pedagang menjadikan sanjai sebagai brand atau pendamping merk toko misalnya Sanjai Sumondo, Sanjai Mintuo dan lain-lain.

Sanjai memang menjadi cemilan favorite karena terbuat dari bahan yang tidak asing lagi bagi lidah orang Indonesia. Bahan sanjai yaitu singkong atau ubi. Siapa yang tidak suka keripik apalagi keripik ubi? kebanyakan dari lidah kita familiar sekali dengan cemilan ini. Ubi yang diolah menjadi keripik dengan berbagai campuran rasa seperti manis dan pedas menjadi cemilan yang paling dicari.

Selain sanjai ubi kini banyak pedagang yang menjual cemilan lain semuanya enak. Namun diantaranya ada yang menjadi favorit dan wajib dibawa pulang. Berikut 5 cemilan yang wajib dibawa pulang dari SumBar.

jajanan sumbar


Sanjai ubi
Sesuai namanya sanjai ini terbuat dari ubi sebagai bahan dasar. Keripik ini semakin enak ketika diberi rasa. Umumnya orang menyukai keripik ubi pedas yang memang memiliki sensasi pedas yang berbeda. Sanjai ubi memiliki berbagai ukuran ada yang panjang dan ada yang dipotong bulat seperti pada umumnya. Bahan lain yang digunakan untuk sanjai adalah talas dan pisang.

Alen-alen
Bentuknya unik seperti angka delapan dan berwarna kuning cerah. Alen-alen juga dibuat dari ubi yang dihaluskan kemudian dibentuk lalu digoreng. Kebanyakan alen-alen memiliki rasa original dan rapuh jadi tidak sulit mengunyahnya.

Beras rendang
Bahan utama cemilan ini adalah beras. Seperti yang kita tahu SumBar salah satu provinsi dengan mayoritas mata pencaharian dari bertani. Hamparan sawah padi nan luas menjadi pemandangan utama ketika berkunjung ke provinsi yang sejuk segar ini. Tidak heran beras tumbuk dibuat untuk melengkapi oleh-oleh ketika berkunjung kesini. Beras yang ditumbuk halus kemudian diberi gula agar terasa manis kemudian di bentuk bulat pipih. Ada yang ukuran besar dan ada juga yang dibentuk petak kecil-kecil. Setelah dipanggang kemudian dibungkus dengan kertas dan siap packing.

Kipang
Kipang memiliki dua bahan yang berbeda yaitu dari beras dan ketan. Kipang adalah jajanan jaman dulu yang masih dilestarikan hingga kini oleh masyarakat SumBar. Beras yang diolah sedemikian rupa hingga mekar ini dibentuk persegi kemudian dipotong dan masing-masing dibungkus plastik. Jajanan ini benar-benar mengingatkan saya dengan masa kecil karena menjadi favorite sebab harganya murah.

jajanan sumbar


Kerekel/keripik ubi nepo
Kerekel ini jenis makanan dari singkong yang dipotong kecil-kecil kemudian digoreng. Ada yang diberi pewarna alami dari kunyit dan ada yang original. Rasanya gurih cocok untuk cemilan. Kerekel biasa dijual dalam bungkus besar ukuran satu kilogram. Namun ada juga yang menjual dalam bungkus kecil setengah ons. Tergantung peminatnya.

Jajanan dari SumBar memang terlihat sepele dan hampir semuanya berbahan dasar singkong, beras dan beras ketan. Ini semua tidak lepas dari hasil bumi yang memang menjadi mata pencaharian penduduk sehari-hari yaitu bertani. Meskipun hanya cemilan sederhana nyatanya banyak wisatawan yang menyukai jajanan dari kota jam gadang ini. Bagaimana dengan kamu? jajanan apa yang sering kamu bawa pulang dari tempat wisata? share di sini ya.


5 Langkah Perawatan Kesehatan Bayi Saat Liburan di Alam Bebas

Rabu, 10 Januari 2018
5 langkah perawatan kulit bayi saat liburan di alam bebas - Liburan adalah masa yang ditunggu tidak hanya untuk orang dewasa, anak-anak juga paling suka berlibur. Namun persoalan yang sering timbul ketika liburan ke alam bebas adalah saat harus membawa bayi bersama.

Liburan jika meninggalkan bayi rasanya ada yang kurang. Begitulah yang sering saya alami. Jangankan berlibur. Pergi keluar rumah beberapa jam sementara bayi dijaga oleh pengasuh atau dititipkan kakak sepupunya saja tidak langsung membuat saya tenang. Mungkin karena saya ibu rumah tangga sejati yang setiap hari setiap menit menghabiskan waktu bersama bayi di rumah. Jadi kalau bayi ditinggal sebentar saja rasanya cemas.

Ketika liburan kemarin kami memilih Bukit Tinggi, Sumatera Barat sebagai destinasi wisata dengan alasan lebih dekat dari Pekanbaru. Lagipula di SumBar memang memiliki banyak sekali wisata alami artinya selama di sana kami akan terus bersentuhan dengan alam. Berbeda jika kita pergi ke tempat wisata ciptaan tangan manusia. Wisata alam di SumBar terbilang masih asri. Kalian akan bertemu dengan air terjun di pinggir jalan raya. Aliran sungai yang sangat deras dan terawat serta hutan lindung yang lebat. Pemandangan ini akan terhampar gratis begitu kalian memasuki Provinsi Sumatera Barat.

5 langkah rawat kesehatan bayi

Bersentuhan dengan alam berarti harus ekstra jaga kesehatan baik diri sendiri maupun anak-anak apalagi yang bayi. Jadi sebelum pergi ada beberapa persiapan yang saya lakukan agar kulit dan kesehatan bayi tetap terjaga. 

Kondisikan jadwal mandi bayi dengan cuaca.
SumBar memiliki curah hujan yang tinggi. Jika musim kemarau provinsi ini tetap memiliki debit air yang cukup membuat dingin tubuh. Apalagi jika musim hujan tiba sehari bisa turun hujan beberapa kali yang menyebabkan udara semakin beku. Untuk menjaga bayi tidak kaget saya membuat jadwal mandi satu kali sehari dengan air hangat. Jika biasanya bayi mandi 2 kali sehari dengan air dingin cukup mandikan dia sekali saja. Jika bayi kotor karena bermain gunakan handuk basah untuk membersihkannya.

Cukupkan makan minum dan ASInya.
Bermain di alam kadang membuat beberapa orang tua lalai akan perut bayi. Seperti halnya orang dewasa bayi juga akan cepat merasa lapar di cuaca yang dingin. Jangan memaksakan bermain tanpa memberi dahulu ASI yang cukup. Selalu membawa bekal untuk anak dan bayi selama di perjalanan maupun ketika duduk di tempat wisata yang dituju.

Vitamin untuk booster kesehatannya
Vitamin bisa dibawa sebagai booster tubuhnya agar kondisi kesehatannya tetap terjaga. Berikan vitamin sehari sekali. Selain itu ibu juga bisa menyediakan madu alami. Madu memiliki kandungan vitamin dan mineral yang cukup baik. Berikan satu sendok teh untuk anak di usia 5 tahun dan 1/2 sendok teh untuk bayi usia 1 tahun.

Cukupkan waktu tidur bayi
Meskipun sedang berjalan-jalan jangan abaikan jadwal tidur bayi. Karena sedang membawa bayi sebaiknya ibu tidak memaksakan untuk mengikuti seluruh jadwal trip wisata. Jika dirasa bayi kelelahan sebaiknya istirahat di hotel atau homestay daripada memaksakan diri yang akhirnya membuat bayi sakit.

Obat-obatan untuk P3K
Obat-obatan seperti obat luka, perban, plester luka, obat demam, obat sakit perut dan lain-lain sebaiknya dibawa serta. Ini menjaga dari kemungkinan buruk yang tidak diinginkan. Kondisi di alam bebas tentu membuat kesulitan mencari obat-obatan jadi pastikan ibu membawanya.

wisata ke pantai sumbar

Usahakan agar kondisi bayi dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan agar trip keluarga bisa berjalan nyaman. Musim liburan tentu lekat dengan kemacetan jadi usahakan untuk mengatur waktu keberangkatan dan waktu kembali agar tidak terjebak macet. Semoga bermanfaat.


The Baliview Luxury Villas and Resto Pekanbaru

Selasa, 09 Januari 2018
The baliview luxury villas and resto Pekanbaru - Libur hujung tahun 2017 menjadi moment menyenangkan buat Azam. Karena libur sekolah dan libur hujung tahun jadi satu selama 12 hari. Banyak agenda kegiatan yang dilakukannya salah satunya menginap di baliview villas and resto ini. 

The Baliview lebih dikenal dengan sebutan The Jimbaran yang mengusung tema Bali. Walaupun tidak terlalu ke-Bali-Bali-an namun nuansa Bali bisa sedikit terasa di villa ini. Begitu memasuki gerbangnya mata akan disuguhnya dengan suasana yang tenang. The Jimbaran memang tidak berada tepat di tepi jalan. Lokasinya yang agak masuk ke dalam dan sepi membuat villa ini terasa sepi dan tenang.


villa terbaik di pekanbaru
 

Untuk menuju ke lokasi tidak terlalu sulit, mungkin karena kami juga warga Pekanbaru jadi tidak bingung mencari tempat ini. Lokasinya berada di jalan Jl. Putri Indah Blok B No. 1, Simpang Tiga, Bukit Raya, Kota Pekanbaru. 

Dari jalan Sudirman kami lurus terus ke arah Simpang Tiga. Sebelum sampai simpang tiga ada gedung Laena Tour yang dulunya bekas gedung konsulat Malaysia. Disamping gedung itu ada jalan Putri Indah. Lurus aja ke dalam mentok sampe ujung. Dah ketemu deh. 

Ada beberapa tipe villa yang ditawarkan dengan harga sesuai dengan kondisinya. Kami menyewa villa dengan tiga kamar seharga 700.000 ribu/malam. Dilengkapi dengan tv dan AC di setiap kamar serta dua kamar mandi, satu di dalam kamar utama dan satu lagi di luar kamar. 

Yang saya suka dari villa ini adalah rumput jepangnya yang tertata rapi. (receh sekali kan). Rumput ini ditanam dibagian halaman depan dan samping. Sebenarnya The Jimbaran memiliki beberapa tipe villa dimulai dari start 750.000 - 2.000.000/malam dengan fasilitas yang berbeda tentunya. Kami dapat harga 700.000 karena sedang ada diskon jelang tahun baru. Lumayan kan... 

Pemandangan di setiap depan villa hampir sama yaitu setiap villa ditanami rumput jepang, satu pohon ketapang jepang dan pohon bunga kamboja bali. Tatanan yang selaras ini konsisten membuat mata tidak risih karena penataan yang berantakan. 

villa terbaik di pekanbaru


Di pintu masuk The Jimbaran kita akan bertemu dengan services center yang akan memberi info yang dibutuhkan. Ada kolam renang dengan ukuran sesuai untuk anak-anak sehingga memudahkan mereka berenang tanpa takut tenggelam. 

Services sarapan pagi juga ada dan ini free loh.. Breakfast dimulai sejak pukul 08.00 - 10.00 WIB pagi. Dan kamu bebas membawa makanan ke tempat duduk yang disediakan di pinggir kolam. Jadi sambil sarapan bisa sarapan juga sebab breakfast room memang bersebelahan dengan kolam renangnya. 

Yang kurang nyaman dari kondisi villa yaitu tidak disediakan keset kaki dan sapu. Lantai yang berkilat jadi licin jika terkena air. So, harus hati-hati ketika keluar dari kamar mandi. Ketika kami meminta sapu dan keset yang diberi oleh petugas hanya sapu dan tiap kamar hanya memiliki satu handuk saja. 

Padahal ada tiga kamar yang dimana dua kamar berisi dua orang sementara satu kamar 4 orang karena ada anak-anak. Jadi satu handuk harus berbagi deh. Di bagian kolam renang juga tidak ada handuk khusus untuk berenang. Jadi kami harus membawa handuk masing-masing. Tapi untuk keseluruhan menurut saya The Jimbaran oke loh.. kalau dinilai dengan bintang sih, yah bisa dapat 4 bintang. Semoga bermanfaat.

Manasik Haji, Latih Anak Menunaikan Rukun Islam Ke 5

Rabu, 15 November 2017

Haji adalah rukun islam ke 5 dan wajib dilakukan bagi yang mampu. Mengunjungi tanah suci Makkah tentu menjadi impian setiap muslim karena disana merupakan kiblat dari seluruh umat muslin di dunia. Haji menjadi ibadah yang begitu spesial karena selain jarak juga memerlukan kekuatan fisik yang baik agar seluruh kegiatan haji terlaksana.

Mengenalkan anak mengikuti program manasik haji di sekolah merupakan satu letupan semangat. Dengan program ini diharapkan anak dapat mengetahui langkah-langkah yang dilakukan dalam ibadah haji. Selain itu semangat untuk pergi ke tanah suci menjadi lebih kuat baik yang dirasakan oleh orang tua dan juga anak.

Meskipun sifatnya hanya sebagai pengenalan namun setiap anak benar-benar dibekali pengetahuan dasar tentang tata cara berhaji. Diawali dengan niat, berpakaian ihram, mengenakan tanda pengenal sampai rukun dan sunnah dalam ibadah haji. Apasajakah yang diajarkan oleh sekolah mengenai program haji? berikut penjelasannya.


Tata Cara Melakukan Ibadah Haji
Rukun Ibadah Haji
Rukun ibadah haji ada 6 yaitu:

Niat dan berpakaian ihram. Niat disini dimaksudkan agar setiap orang yang berhaji harus berniat benar-benar karena Allah dan tidak ada paksaan atau karena ada sebab lain. Di sini anak-anak di latih untuk melakukan sesuatu hanya ingin mengharap ridha Allah dan bukan yang lain.

Kemudian berpakaian ihram. Pakaian ihram untuk laki-laki dan perempuan berbeda. Pakaian ihram untuk anak lelaki berupa kain putih yang menyelimuti aurat dari pusat hingga kaki dan satu helai kain lagi untuk menutupi dada. 

Sedangkan untuk anak perempuan berupa baju syari dan mukena. Karena sifatnya masih latihan maka anak-anak lelaki boleh memakai baju kemudian dililit kain ihram asalkan semua berwarna putih.

Makna ihram sendiri dalam ibadah haji adalah terlarang atau tercegah. Terlarang artinya selama berhaji seseorang itu dilarang berkata kasar, berkelaluan kasar, menikah, jima' dan lain-lain yang menggugurkan ibadah haji.


Thawaf yaitu kegiatan mengelilingi ka'bah sebanyak 7 kali. Pada putaran 1-3 disarankan untuk berlari-lari kecil sedangkan dari putaran 4-7 berjalan seperti biasa.

Sa'i adalah rukun haji yang ketiga yaitu berlari-lari dari bukit safa ke marwa. Disini anak-anak diajarkan untuk berusaha dalam hidupnya. 

Seperti kisah sa'i yang dilakukan Siti Hajar ketika dulu ia berlari-lari mencari air untuk dirinya dan anaknya Ismail. Sa'i memiliki makna yang dalam untuk proses ikhtiar dan pencarian jati diri kemudian berpasrah pada kehendak Allah. 

Ketika ikhtiar dan do'a dilakukan maka disitulah rahmat Allah turun berupa air yang memancar dari tumit kaki Ismail yang kemudian dikenal dengan nama air zam-zam yang kekal hingga hari ini.

Wukuf merupakan puncak ibadah haji yang dilaksanakan di Padang Arafah pada tanggal 9 djulhijah dimulai sejak matahari sudah bergeser dari tengah hari. 

Karena dilaksanakan pada tengah hari kebanyakan anak mengeluh karena panas. Disini para guru mengambil alih untuk menenangkan anak murid sembari memberi pengertian bahwa ibadah wukuf sangat penting. Karena disini merupakan proses penyerahan diri seutuhnya pada Allah dan mengakui bahwa hanya Allah lah zat yang maha berkuasa atas tiap-tiap yang ada dilangit dan bumi.

Tahalul di simbolkan dengan menggunting 3 helai rambut. Maksud dari tahalul itu sendiri adalah dihalalkan atau dibolehkan bagi seorang jamaah dari pantangan atau larangan ihram.

Tertib artinya menjalankan ibadah haji secara beruturan dan tidak boleh dilompat-lompat karena bila ada yang tertinggal maka ibadah haji menjadi batal.

Manasik haji yang dilakukan di sekolah Azam biasanya diadakan di lapangan purna MTQ Idrus Tintin sebab lapangan tersebut luas sehingga semua anak dapat mengikuti kegiatan ini dengan teratur. Sedari pagi anak-anak akan dikumpulkan berdasarkan sekolahnya masing-masing. 

Diawali dengan pembukaan manasik oleh panitia kemudian masing-masing sekolah bergiliran mengerjakan manasik haji. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap tahun dan diikuti sedikitnya oleh 1000-1500 anak dari berbagai sekolah baik itu TK maupun RA.

Dengan kegiatan manasik haji sebagai salah satu program rutin sekolah diharapkan kelak anak-anak berusaha untuk benar-benar menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya.




Bersantai di Bandrek House, Cafe Keren Lintas Sumatera Barat

Selasa, 08 Agustus 2017


Dunia akan terasa luas jika ditelusuri 
Dan akan terasa sempit jika hanya berdiam diri

#Azamsyah

Salah satu tujuan wisata yang paling dekat dengan Pekanbaru adalah Sumatera Barat yang memiliki beragam wisata. Mulai dari wisata alam, kebun teh, pabrik susu hingga kulinernya yang semuanya layak untuk dikunjungi. Seperti perjalanan kali ini kami mengajak Azam liburan ke SumBar. Sebenarnya bukan Azamnya yang ngebet minta liburan. Siapalah Azam kan hanya bocah 4 tahun yang kalau di ajak kemanapun pasti exited dan happy saja. Yang penting banyak jajan dan banyak mainan, cukup dah. Lalu yang merengek minta jalan-jalan ke SumBar tentu saja saya. Ibunya.

Seperti yang telah diketahui bersama bahwa ayah Azam susah sekali mencari waktu liburnya. Jadwal kerjanya biasa senin-jum'at. Namun seringkali sabtu minggu dipakai untuk lembur atau sekedar nongkrong bersama teman-teman komunitasnya. Sebagai ibu rumah tangga yang orientasinya hanya sekitar mengurusi domestik tentu perlu piknik. Tandai saja, kalau emak-emak kalian lebih sering ngomel itu tandanya butuh piknik. Jadi para bapak sediakanlah waktu untuk mengajak ibu dan keluarga piknik biar jiwa ibu tetap sehat.

Ada juga yang bilang piknik itu sebenarnya hanya memindahkan tugas rumah ke luar artinya yang dikerjakan ibu-ibu ya tetap itu itu juga. Ngurusin bocah, ayahnya bocah, baju-baju kotor, konsumsi, sampai mengatur keuangan. Lah pikniknya dimana? yah, begitulah. Namun positifnya adalah banyak pemandangan yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Termasuk ketika kami pergi ke SumBar beberapa waktu lalu.

Hari keberangkatan dipilih hari jum'at karena sabtu minggu ayah Azam ngga kerja. Mengingat jarak SumBar-Pekanbaru lebih kurang 310 KM dengan waktu tempuh 4 jam melalui jalan darat tentu banyak yang dilihat. Disamping itu banyak juga pemandangan yang bisa diabadikan untuk jadikan kenang-kenangan sebelum sampai ke tempat tujuan. Misalnya saja Bandrek House.

Bandrek House sebenarnya cafe berbentuk rumah kayu yang menjual makanan dan minuman khas seperti sate rusa dan bandrek, selebihnya menu yang ditawarkan standar seperti cafe lainnya.  Namun mengapa pengunjung di kafe ini tidak pernah sepi? jawabnya adalah pada pemandangan alam yang disajikan langsung oleh pemilik alam.

Selintas kenangan : Tingkatkan Daya Ingat Anak Dengan Pergi Jalan-Jalan

Ya, Bandrek House terletak di dataran tinggi tepi jalan menuju ke SumBar. Jika Anda pergi ke SumBar dari Pekanbaru letak kafe ini ada disebelah kanan jalan tepatnya di Jalan Lintas SumBar - Riau KM 151, Jorong Hulu Air, Harau.
Bangunan cafe yang terbuat dari kayu menimbulkan kesan elegan ketika Anda mulai memasukinya. Ada kolam ikan yang terawat dan tanaman bunga hias dihalaman depan. Begitu masuk Anda akan disajikan dengan pemandangan alam yang indah di bagian belakang cafe sementara meja kursi yang ada di sini juga terbuat dari kayu jati yang terawat sehinga kesan klasik nan mewah bisa terasa oleh pengunjung.

Ketika itu kami tidak memesan menu spesial cafe ini, saya hanya memesan sup dan beberapa cemilan untuk Azam. Sup sengaja dipilih mengingat udara sekitar cafe memang sejuk kala itu. Suami dan kakak Azam memilih nasi goreng. Standard sekali selera kami bukan?

Yang bikin betah di cafe ini adalah suasana alam dibelakangnya. Pohon-pohon nampak tinggi menjulang dan banyak monyet yang bergelantungan bikin Azam heboh jejeritan. Menikmati sunset di Bandrek House juga sesuatu banget. Makanya banyak orang yang memilih ke sini jelang sore hari.

Setelah mengisi perut dan cekrak-cekrek kamipun melanjutkan perjalanan ke SumBar sebagai tujuan utama perjalanan ini. Ikuti terus ya.. jalan-jalan Azam

Mainan Anak-Anak Sepanjang Masa

Selasa, 14 Maret 2017
Mainan anak-anak sepanjang masa - Dunia anak tidak lepas dari bermain. Bisa dibilang tiada hari tanpa bermain. Kadang hal ini membuat kesal orang tua termasuk saya tentu saja. Saat saya menyuruhnya untuk mandi yang ada Azam (anak saya) masih terus asik main. Sebelnya lagi dia malah ngeluh

"Haaaa... kenapa mandi?" dengan muka cemberut.

Kesel ngga sih, sering, karena sudah kehabisan kata saya bilang.

"Entah, Ibu pun tak tau kenapa Azam harus mandi" dengan wajah tak kalah cemberutnya.

Tadinya saya fikir dengan berkata begitu membuat dia akan berfikir kenapa aku harus mandi. Tapi nyatanya salah. Otak anak yang memang didesain masih untuk bermain jadi bingung. Seolah perkataan saya itu ambigu, absurd dan blunder jadi wajar kalau dia semakin tak faham. #keplakMamaknya

Seharusnya dalam memberitahu anak itu perintahnya kudu jelas singkat dan padat. Kalau pakai istilah ayah sih, irit kata. Beda sama saya yang suka ngomel ngga jelas. Akhirnya bikin anak pusing dan males denger. #mamakLelah

Etapi, persoalan males mandi ini berbanding terbalik kalau musim hujan tiba. Anak saya semangat sekali untuk mandi hujan. Bahkan jika dibolehkan hujan yang turun malem-malempun dia mau mandiinnya. Persoalannya sih simple, sambil mandi hujan dia bisa main air sepuasnya sembari mainan yang lain seperti main bola, kapal-kapalan, mencari cacing sampai membentuk aliran sungai ecek-ecek.


Kalau saya fikir-fikir mandi hujan ini bisa loh dikategorikan sebagai mainan anak-anak sepanjang masa. Ya iyeslah, coba deh diingat siapa sih diantar kalian yang ngga pernah mandi hujan. Eh, atau saya aja kali ya yang doyan mandi hujan waktu kecil, jadi ngga heran kalau sekarang nular ke anak.

Sampai sekarang kalau hujan turun saya masih suka antusias menyambutnya apalagi jika kemarau sudah berpanjangan. Hujan seolah menjadi euforia alam yang paling di tunggu. Terus terang saya lebih suka hujan. Meskipun banyak yang bilang kalau sering-sering hujan malah banjir ujungnya. Bener juga sih, seperti musibah yang terjadi saat ini nih, Tanah longsor dan banjir yang melana Riau hingga ke Sumbar. Sudah banyak korban yang jatuh akibat bencana ini #MamakSedih. :(

Terus kalau anaknya suka mandi hujan, mamak sering ngelarang ngga? ya tergantung situasi dan kondisi hujannya. Ngga semua hujan bisa dimandiin. Misalnya nih, hujan panas atau cuma gerimis manjah yang saya ngga ngijinin anak mandi hujan. Cuma... adaaaaaaa *a nya kepanjangan, Mak :P
muslihat anak saya supaya bisa basah-basahan, entah itu pura-pura cuci kaki atau ngumpulin sampah daun yang berserakan. Yang penting bagi dia udah basah aja seneng.

Yah, mau gimana lagi begitulah anak saya asal tidak mencelakai dirinya saya sih bisa toleranlah kalau soal ini mah. Secara buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Lah saya dulu juga gitu #krukupanPanci

Tularkan Hobby Jalan-Jalan Pada Anak, Agar Dia Juga Melihat Dunia

Kamis, 26 Januari 2017

“Dunia ini bagaikan buku raksasa. Dan mereka yang tidak melakukan perjalanan, hanya membaca satu halaman saja” -St. Agustine

Ketika pertama kali membaca quote ini apa yang terlintas di fikiran bunda? merasa tertantang? ngga percaya atau malah nyesek. Kalau saya sih sebagai ibunya anak-anak lebih kepada nyesek pakai tarik nafas rasa panjang, huff...

Kenapa harus memikirkan anak-anak? ya karena semasa saya remaja hingga dewasa saya sering jalan-jalan. Bahkan ketika libur sekolah jarang sekali saya ada di rumah. Kebanyakan masa libur saya habiskan dengan kegiatan camping bersama teman-teman. Seru sekali karena disamping nambah teman juga nambah pengetahuan tentang ciri satu daerah tersebut.

Saya dan team sering menuju ke tempat yang jarang di datangi orang lain. Semacam tempat wisata yang belum terjamah. Aliran sungai yang bersih, hutan yang rimbun dan tentu saja kegelapan serta kesunyian yang menyayat kala malam.


Setelah menjadi ibu saya selalu ingin mengajak anak-anak berlibur ke tempat wisata yang niche untuk mereka. Tidak perlu jauh-jauh karena bukan perjalannya yang utama namun kebersamaanlah yang menjadi prioritas. Mengingat kesibukan ayahnya yang padat maka liburan menjadi moment yang ditunggu. Keluarga kami tidak selalu memanfaatkan tanggal merah untuk berlibur. Sering perjalanan liburan kami lakukan saat waktu kerja. Yah, ini karena ayah Azam tidak mau pergi saat tanggal merah, alasannya cuma satu MACET.

Walaupun begitu tidak berarti kami jadi bete, justru jalan-jalan yang dilakukan saat hari kerja memiliki sensasi tersendiri. Jalanan tidak begitu ramai, hotel juga masih banyak kosong dan tentu saja tempat wisata sepi pengunjung. Jadi ketika mengunjungi tempat wisata tersebut, para pedagang sumringah menyambut. Berharap dagangannya dibeli.

Salah satu perjalanan wisata yang kami lakukan saat hari kerja adalah liburan ke Parapat, Sumatera Utara. Liburan ini sepaket dengan mudiknya kami mengunjungi orang tua. Ya, nenek Azam memang tinggal di Medan. Dan siapapun tahu kalau Medan, Sumatera Utara itu memiliki destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan. Jadi ibarat sambil menyelam minum air, mudik sembari mengunjungi tempat wisata.


Perjalanan ke Parapat sebenarnya jauh dari rumah nenek, hampir setengah hari. Tapi kami menyiasatinya dengan menginap satu malam di rumah kakak sepupu ibu di Kab. Sidamanik, Pematang Siantar. Dari sini menuju parapat tidak lama lebih kurang satu jam saja. Jadi bisa lebih menghemat waktu.

Sampai di rumah kakak sepupu kami langsung menuju perkebunan teh yang terhampar sejauh mata memandang. Ya, daerah tempat tinggalnya memang di kawasan kebun teh milik pemerintah. Dan selain kebun teh ternyata ada air terjun Bah Beak yang sedang hits disana. Moment ini tidak kami sia-siakan. Meskipun sudah berpenat lelah selama hampir 5 jam dalam mobil tapi keinginan untuk melihat air terjun tak dapat di bendung.


Azam lagi-lagi yang paling tidak sabaran, ia sangat exited mengikuti semua agenda. Apalagi perjalanan kali ini bersama dengan kakak sepupunya (keponakan ibu) Dini yang sudah lama tidak bertemu. Mereka seperti sepasang kakak adik yang saling menjaga. Turun bukit melalui tangga darurat yang dibuat sepanjang jalan menuju air terjun. Sesampainya di sana tidak kak Dini mandi air terjun bersama ibunya, kakek, dan om Bayu.

Azamnya ikut mandi? tidak. Dia hanya asik main air dari aliran air terjun. Takut lihat air terjun jatuh mengguyur dengan derasnya. Sepulang dari air terjun Bah Beak semuanya terkapar kelelahan. Bagaimana tidak, pendakian anak tangga yang tinggi cukup bikin naik betis. Ibu saja sampai mau pingsan rasanya. Tapi tetap senang, karena ini perjalanan yang seru bersama keluarga di Medan.


Menikmati Transportasi Kereta Api

Jumat, 20 November 2015

Kereta api memang tidak ada di Pekanbaru tapi bukan berarti Azam belum pernah naik kereta api ya teman. Ya, waktu Azam berkunjung ke rumah nenek di Medan, Azam teringin.... sangat naik kereta api. Jadilah ketika turun dari pesawat terbang ibu memilih kereta api sebagai transportasi berikutnya ke rumah nenek.

Kereta api ini rutenya hanya dari bandara internasional Kuala Namu ke pusat kota, lalu balik lagi dari pusat kota ke bandara. Jadi karena rutenya yang pendek dan kereta ini termasuk kelas eklusif ibu harus merogoh kocek agak dalam haxhaxhax yah, dapat. 100 ribu untuk satu orang dan yang bikin ibu pengen garuk-garuk dinding, Azam udah di hitung full alias 100 ribu juga huhuhhu *nangis bombay deh

But, it's ok, demi mengenalkan jenis-jenis trasnportasi, lagipun tidak setiap hari kita naik kereta api ya, nak. Kalo setiap hari mah namanya kereta angin a.k.a sepeda, atau kereta yang dalam bahasa Indonesianya motor.

Suasana dalam kereta terbilang baik, bersih dan nyaman, ya iyalah, 100 rebu gitu loh, jadi ngga ada tuh yang nangkring-nangkring di atas atap gerbong. Sewaktu kita naik hanya sedikit orang yang menggunakan kereta api sebagai transportasi berikutnya. Orang-orang dari bandara kebanyakan menggunakan taksi gelap, taksi legal dan bis untuk menuju ke pusat kota atau tujuan selanjutnya.

Mengenalkan anak dengan jenis-jenis transportasi menurut saya tidaklah rugi, di sini orang tua bisa mengenalkan sekaligus merasakan seperti apa rasanya naik berbagai jenis transportasi yang ada Indonesia. Sambil berjalan kita bermain dan belajar.

Berkunjung ke Rahmat Galery

Senin, 16 November 2015




Rahmat Galery adalah sebuah musium di mana di dalamnya terdapat lebih dari 2.000 spesies hewan yang telah di awetkan. Konon, hewan-hewan tersebut adalah hasil perburuan si pemilik yaitu Pak Rahmat yang dilakukan secara legal. Ada banyak hewan dari mulai hewan besar yang tergolong jenis hewan langka sampai serangga dan telur hewanpun ada di Musium Rahmat Galery.

Kami pergi ke sana ketika berkunjung ke rumah nenek Azam di Medan. Ya, Rahmat Galery memang ada di Medan. Bersama om nya Azam kami datang ketika jam kerja. Rahmat Galery buka dari pukul 08.00 - 17.00 WIB, dengan tiket 25.000 ,- per orang.

Azam sangat antusias dan senang melihat berbagai jenis hewan di tempat ini. Saya sendiri merasa kagum khususnya dengan koleksi batu-batu akik yang terdapat di Galery ini. Maklum saja kunjungan kami waktu itu adalah bertepatan dengan musim batu di Indonesia. :p

Ada banyak jenis hewan antara lain, Singa, Beruang Kutub, Srigala, kelompok Ular, Burung dan lain-lain. Pengunjung bisa dengan mudah melihat koleksi hewan dan mengambil foto bersama hewan-hewan yang sudah di awetkan tersebut. Di samping hewan selalu dilengkapi dengan informasi seputar hewan. Berikut adalah beberapa koleksi foto di Rahmat Galery.

Salah Diagnosis part 2

Minggu, 30 Maret 2014
Batuk Azam sembuh di hari ke 4 setelah minum obat begitupun demam Azam langsung sembuh setelah kemarin pulang dari Rumah Sakit. Obat flek paru yang di kasih dokter tetep diminum. Lewat dari sebulan kondisi Azam biasa aja. Ga ada keluhan apapun. Tetap lincah, sehat dan lari-lari seperti biasa. Ibu mulai mikir, kok Azam ga kayak anak yang sakit ya? heran, ibu bilang ke ayah. Kata ayah coba periksa lagi sapa tau salah. Tapi ibu ga lakukan itu Zam. Sampai akhirnya masuk minggu ke 5 ibu ke RS ngambil obat Azam. Di sana ibu ketemu pasien yang katanya kena flek paru juga. Kecurigaan ibu nambah. Kok anak ini kena flek paru juga? apakah ini sejenis wabah atau gimana? Selang beberapa hari setelah itu kita pergi ke rumah teman ibu, rencananya cuma pengen main-main. Sampai di sana ceritalah ibu tentang kondisi Azam. Dari teman ibu itulah ibu tau kalau diagnosis Azam belum tentu benar, sebab ada satu tes lagi yang ga Azam jalani seperti apa yang di terangkan teman ibu. Tante Susan, nama teman ibu, dia bilang anaknya juga kemungkinan kena flek paru tapi belum pasti sebab belum melewati mantoug test. Mantoug test ini adalah test yang dilakukan dengan cara suntikan. Kalau setelah 3 hari bekas suntikan itu akan berubah warna jadi merah seperti bisul, maka pasien dipastikan terkena flek paru atau TBC. Anak-anak dan orang dewasa hendaknya melewati test ini untuk memastikan ga bisa hanya lewat sample darah atau ronsen saja. Sehari setelah itu ibu bawa Azam ke RS yang lain. Kita ketemu dokter Evi yang tugas di spesialis anak RS Syafira. Di sana keterangan tentang flek paru semakin jelas. Azam langsung di test mantoug. Tiga hari setelah itu kita balik lagi ke RS tersebut sesuai saran dokter Evi untuk mengetahui hasil test mantoug yang Azam jalani sebelumnya. Alhamdulillah hasilnya negatif. Ibu bersyukur sekali Zam... lepas rasa kekhawatiran dan sedih ibu melihat Azam setiap hari kudu makan obat yang nyatanya ga ada sakit apa-apa di tubuh Azam. Mengenai berat badan Azam, dokter bilang mungkin karena faktor keturunan. Tapi dia suruh ibu tetap berusaha untuk menaikkan berat badan Azam. Saran dokter Evi Azam makan telur itik sehari 2 butir. Susu formula Azam di ganti dengan Pedia Sure dan minum vitamin penambah nafsu makan. Telur itik langsung ibu cari tapi susu sampai hari ini belum lagi di ganti. Ternyata Pedia Sure payah di cari. Tapi gak papa. Kata tante Susan semua sufor itu ga beda jauh kandungannya. Ga mesti itu. Tante Susan ngomong gitu berdasarkan pengetahuannya dan karena temennya dokter juga. Ibu jadi sedikit lega, susu Azam sekarang masih bebelac dan alhamdulillah Azam sedikit-sedikit udah mau minum susu, kan sebelumnya Azam sama sekali ga mau minum susu Zam. Mungkin karena keasyikan minum ASI :)

Salah Diagnosis

Kamis, 27 Maret 2014
Berat badan Azam payah naiknya, ibu gak tau apa penyebabnya. Dokter bilang mungkin faktor keturunan. Bisa jadi memang, soalnya ayah memang kurus sementara ibu juga gak tinggi, pendek yang diperhalus, hehehheh. Seringkali orang-orang disekitar kita menanyakan soal berat badanmu. Aneh ya Zam, kenapa harus dibandingkan dengan anak-anak lain. Sementara bukan hal aneh kalau tiap anak memang beda-beda pertumbuhannya. Ibu makin terjepit waktu Azam kena demam selama 1 minggu di tambah batuk sampe hampir 3 minggu. Obat demam sudah habis 1 botol, obat batuk sudah masuk botol ke 3. Tapi belum ada tanda-tanda akan sembuh. Memang sih demam Azam hanya 4 hari. Selebihnya panas sedikit dengan suhu 37,5-38, itupun naik turun. Tapi justru kondisi naik turun itu yang bikin ibu risau. Masuk hari ke 6 ibu putuskan Azam ke rumah sakit. Karena demam sudah lewat 4 hari Azam harus di ambil sample darah dan ronsen siapa tahu batuk panjang itu ada efeknya ke paru-paru Azam. Menunggu dokter yang akan meriksa Azam butuh kesabaran lebih Zam. Dan setelah hasil di terima lebih terasa berat lagi ibu rasakan. Dokter yang meriksa Azam memutuskan Azam terkena flek paru atau bahasa lainnya TBC. Tuhan, ibu sempat gak percaya dan terdiam lama. Mana mungkin anak sekecil Azam yang baru berusia 2 tahun kena flek paru. Ibu akhirnya nyinyir, curhat tentang kondisi Azam sembari meyakinkan hati agar diagnosis dokter itu salah. Malang, dokter itu nggak mau dengerin curhat ibu. Dia cuma bilang, cerita ibu yang panjang lebar tapi karena Azam kena flek paru. Harus diobati selama 6 bulan. Kalau nggak sembuh akan dilanjutkan menjadi 9 bulan. What.. 9 bulan? fyuuh, ibu akur Zam. Apa boleh buat dokter sudah mengatakan kalo Azam kena flek paru. Jadi pengobatan awal akan kita lakukan. Dokter memberi Azam tiga jenis obat yang berbeda untuk di minum setiap pagi sebelum sarapan. Hari pertama, ibu semangat ngasih obat berharap Azam cepat sembuh. Hari kedua pun begitu. Dan selanjutnya. Sampai habis pengobatan di bulan pertama, ibu mulai curiga.

5 Oktober 2013

Rabu, 09 Oktober 2013
Alhamdulillah Azam genap 2 tahun Syukur yang tak terhingga kepada Sang Maha Pencipta Atas tanggungjawab yang di beri kepada kami berdua sebagai orang tuanya Limpahan do'a selalu di panjatkan agar Azam menjadi anak yang sholeh Dan semoga Allah membantu kami untuk bisa mengajarkan kebaikan kepadanya Meringankan langkah untuk kebaikan masa depannya Meringankan Rezeki untuk kesehatan, kelapangan jalan hidupnya, kerendahan hatinya dan semua kebaikan di atas langit dan bumi Amin

Kosa Kata Ala Azam

Sabtu, 21 September 2013
Alhamdulillah.... yiieeyyy akhirnya buka lagi blog yang satu ini, jingkrak-jingkrak walopun ga ada yang baca, minimal blog ini akan jadi flash back jejak langkah Azam. Bulan depan Azam sudah 2 tahun.. Pertumbuhannya juga bagus, meskipun kurus tapi dia lincah, bicaranya juga sudah mulai banyak. Kalau dulu awal-awal bicara dia masih sepatah kata sekarang sudah mulai 2 atau 3 kata. Tapi lucu banget kalo pas dia pengen cerita tapi bingung mau bicara apa, akhirnya Azam ngomong dengan bahasa yang hanya dia yang memahaminya. Misal

Azam baru pulang dari rumah emaknya. Langsung mencari saya

Azam "Bu...bu.... nnii..ni..ni.. emak.." sambil nunjukin pesawat baru yang dia bawa dari rumah emaknya

Saya "Ooo Azam dapat pesawat baru?" Masih faham

Azam "Iya...nnii..nii.. emak .. gi... awat" Menjelaskan dengan semangat

Saya "Emak pigi.. trus beli pesawat buat Azam" Pura-pura faham

Azam "Iya.. emak.. ntan di di di awat bba ba di bum.. bum.. ntan" Makin semangat

Azam berhenti sejenak, lalu melanjutkan
 "bbi du du ni emak bum bum de de ntan bum bum ngeeenngg....nggeenng... emak oom"

Saya "Oo oke oke, dah mainkan pesawatnya ya" Garuk-garuk

Kawan, taukah kau artinya?
lagi serius nyusun lego

Liburan ke Bengkalis

Senin, 17 Desember 2012
Tengah bulan Oktober kemarin Ayah dapat tugas ke Jakarta 5 hari. Wah ibu bingung di tinggal ayah agak lama begini. Untunglah makcik Azam ada tugas mengajar di Bengkalis selama 3 hari. Iseng ibu minta pada ayah agar di ijinkan ikut makcik Azam ke Bengkalis karena di sana ada mama Ari, kakaknya ayah Azam. Kita pergi naik kapal ke Bengkalis, sampai di sana kita nginap di rumah mama ari, dan besoknya kita jalan-jalan sama bu Bai. Bu bai ini juga kakaknya Ayah, kita pergi dengan kak Uwi, kak Intan, tante Lela dan bu Bai ke teplau (tepi laut). Teplau ini tempat kongkownya orang Bengkalis, tepat di tepi laut dan banyak pedangang yang jualan makanan serta minuman. Ada juga taman kotanya. Udara laut kala itu brrrrr sejuk... ibu sampe khawatir kalo Azam demam gara-gara gak biasa kena angin laut. Jadi di sana kita gak lama-lama, abis makan ice cream dan foto-foto kita pulang.
Eh ada yang lupa, sendal ibu lepas tapaknya, uwaaaa maluuuu banget, akhirnya dari teplau kita langsung di bawa bu Bai ke mall Bengkalis buat cari sendal baru untuk ibu. ehhehehhe

Ultah Azam Yang Pertama (5 - 10 - 2012)

Senin, 10 Desember 2012
Alhamdulillah syukur ke hadirat Allah yang telah memberikan Azam sebagai penyenang hati ibu. Ga terasa setahun sudah Azam menemani ibu, dengan segala tingkah pola Azam yang menyenangkan juga menjengkelkan, heehheeh maafkan ibu ya nak. Setahunnya Azam kita rayakan gak jauh beda dengan ultahnya kakak Intan, kita undang anak-anak panti asuhan ke rumah agar ikut merasakan kegembiraan yang kita rasakan. Dengan pembacaan yasin dan do'a, ibu harap Azam menjadi anak yang sholeh dan dapat bertanggung jawab di hadapan Allah kelak. Ultah Azam ga meriah-meriah, sederhana tapi insyaAllah berkah, untuk makanannya kita juga minta tolong Ajo sate untuk menyediakan 65 porsi sate, boleh makan sate sepuasnya lagiiii.....
Azam juga dapat kalo dari kak Dian pacarnya om ais berupa sepasang baju. Dapat ipad mainan dari tante Yayat teman kantor Ayah, dan dapat motor-motoran gede yang bisa di naiki dari om Maryo. Alhamdulillah ya nak.. semoga rejeki Azam melimpah dan berkah. Eh kakak Intan naksir berat lho sama ipad mainan Azam sampe nangis mau bawa pulang, alasannya karena ipadnya warna pink, kan kalo pink warna perempuan, gitu kata kakak Intan, jadi sekarang kakak Intan kalo mau main ipad Azam pasti datang ke rumah. Ini kue ultah Azam yang ibu pesan dari kak Dian, ibu ga sempat bikin, karena ibu harus nyiapin keperluan lainnya :)

Ulang Tahun Kakak Intan

Jumat, 07 Desember 2012
Azam punya sepupu perempuan, namanya Intan Humairoh Ahemsa. dia akan kedua dari emak Azam (makcik Azam). Nah pas bulan September kemarin kakak intan Ultah yang keempat, di rayakan dengan do'a bersama anak panti asuhan Amanah, itu lho yang yayasannya dekat rumah kita. Rame banget, acaranya juga khusuk, membaca yasin dan mendo'akan kak Intan agar jadi anak yang sholehah. Setelah itu acara potong kue, eh kakak Intan nangis lho pas mau potong kue, dia nervous karena banyak orang, akhirnya kue ultah nya gak jadi di potong. Kuenya di potong waktu para tamu sudah pulang dan tinggal keluarga aja. Karena emak Azam ga mau repot-repot, emak Azam manggil Ajo sate, itu lho tetangga kita yang jualan sate. Dia di order untuk acara ultah kak Intan, seruuuu boleh makan sate sepuasnya.