Azamsyah Belajar

Featured Posts Slider

Pentingnya Melewati Hari Bersama Ayah

Sabtu, 14 April 2018

Ada masa bagi anak-anak untuk bermain bersama ayahnya. Kegiatan bermain ini bisa dilakukan di saat liburan atau weekend. Ntah itu anak perempuan ataupun laki-laki mereka memiliki figur dan bayangan jelas tentang ayah mereka. Bermain bersama ini akan menjalin rasa memiliki antara ayah dan anak. Begitupulah dengan Azam, anak lelakiku ini bisa dikatakan setiap hari bersamaku, ibunya. Jarang ada waktu bersama ayahnya. Alasan yang sangat umum, sibuk. Yah, begitulah.

Sebagai ibu aku tidak ingin membiarkan hal ini terjadi berterusan. Azam harus dekat dengan ayahnya selaiknya dia dekat denganku. Bukannya ingin curi-curi agar ibunya bisa menikmati moment me time ya... yah ada sih sikit-sikit ke arah itu. Namun yang paling penting adalah agar tercipta rasa dekat dan memiliki antara Azam dan ayahnya, itu yang menjadi alasan utama. Tidak sulit memang, apalagi urusan bujuk membujuk asal tepat waktunya pasti mempan. hehehhehe sapa dulu ibunya.

Ada saja kegiatan yang dikerjakan ayah disela waktu senggangnya. Azam ikut mendampingi. Misalnya bermain cajon. Ibu-ibu tau apa itu cajon. Penampakannya seperti ini.



Kotak musik yang di gebuk pake tangan hingga menciptakan nada seperti drum akustik. Wuiihh ayah kalau udah main ini, lupa waktu deh. Azamnya juga suka, secara ayah ngegebuk cajon dibarengi dengan musik anak yang diputar lewat youtube dan suaranya dikeluarkan lewat speaker yang kenceng banget. Udah bener-bener kayak konser deh. 

Mainan lain yang suka barengan itu bongkar-bongkar lemari yang berisi alat pertukangan ayah. Ini sama menyenangkannya dengan gebuk cajon. Ayah akan mengenalkan Azam dengan berbagai benda-benda pertukangan mulai dari obeng, meteran, paku, segala jenis baut, tang, penokok atau hammer dan lain-lain. 

Abis itu ada aja benda yang akan di oprek sebagai bahan latihan. Seneng deh liat mereka akur gitu. Setidaknya ibu punya waktu luang untuk me time. haduuh ketauan aslinya. 

Kadang kami sebagai orang tua juga mengajak Azam ngemall. Cuci mata liat barang-barang yang dipajang di mall abis itu makan, trus ngajak Azam main di tempat permainan anak. Nah.. betah deh kalo udah ke sini. Segala mainan semua pengen dicoba. Dan ngga kerasa hari sudah sore. Saatnya untuk pulang. 

Menyediakan waktu ayah untuk anak itu tidaklah sulit asal ada kemauan pasti Allah ciptakan jalannya. Dari kegiatan bermain itu akan menjadi kenangan manis untuk anak dan akan dia bawa hingga sampai dewasa nanti. Amin.

Menikmati Sore di Danau Singkarak, Pesona Sumatera Barat

Rabu, 11 April 2018

Menikmati Sore di Danau Singkarak, Pesona Sumatera Barat -  Perjalanan ke Danau Singkarak sedikit mengalami debat pepesan kosong karena ketika itu suami bolak-balik nanya ke Singkarak atau Maninjau. Seperti yang kita tahu, SumBar memiliki dua danau yang sama-sama eksotis yaitu Danau Maninjau dan Danau Singkarak. Keduanya ternyata memiliki ciri yang berbeda ketika dilihat dari dekat.

Danau Maninjau sudah pernah Kami datangi ketika mengunjungi SumBar tahun 2016 yang lalu dimana kala itu hujan turun rintik-rintik #eh apasih? kala itu sebelum menuju ke lokasi Kami lebih dulu menikmati panoramanya dari atas Puncak Lawang. Danau maninjau yang tenang dan diselimuti kabut benar-benar bikin kagum siapapun yang memandang. Kuasa Illahi yang menyajikan pemandangan indah dan gratis. 

Danau Singkarak tidak dapat dilihat dari atas puncak, sebab lokasinya jauh ke arah Padang. So, jika ingin ke Singkarak kalian akan benar-benar keluar dari Bukit Tinggi dan menyusuri jalanan dengan pemandangan sawah di kiri kanan. Danau Singkarang memiliki luas yang lebih besar dari Maninjau namun sama-sama penghasil ikan sungai yang selalu dijumpai di pasar tradisional. Salah satu ikan yang terkenal dari danau ini adalah ikan pantau. Cerita ikan pantau kita bahas di postingan selanjutnya ya.

Jadi ketika sampai ke Singkarak hari sudah menjelang senja, bukan tanpa alasan kami memilih moment senja ke tempat ini. Yup, apa lagi kalau bukan karena sunsetnya. Memandang matahari tenggelam dari danau benar-benar sesuatu yang indah. Secara memandang sunset dari gunung sudah lama sekali tidak Saya lalukan. Bahkan belum pernah. Loh?


Sedikit kisah mengenai Danau Sinkarak 

Danau ini memiliki luas sekitar lebih kurang 107,8 Km2 dan merupakan danau terluas ke-2 di Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Sebagian air danau in dialirkan melalui terowongan yang menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak yang berada di dekat Lubuk Alung.  

Berbeda dengan Maninjau yang terbentuk akibat dari letusan gunung api pada satu ketika dulu. Danau Singkarak terbentuk karena adanya proses tektonik. Danau ini merupakan bagian dari Cekungan Singkarak - Solok yang termasuk di antara segmen dari Sesar Sumatera. Cekungan dari danau ini terbentuk karena tanah disekitarnya ambles aktibat adanya aktivitas pergerakan Sesar Sumatera. Cekungan besar ini terbendung oleh material vulkanik dari letusan gunung api. Akibat pembendungan materal vulkanik ini terbentuklah Danau Maninjau di satu bagian dan Danau Singkarak di bagian lainnya.

Apa yang bisa Kamu nikmati di Danau Singkarak

Secara garis besar Danau Singkarak sama dengan danau atau wisata air lainnya, hanya ada air dan air seluas mata memandang. Namun pemerintah daerah yang bekerja sama dengan para penduduk telah membuat tebing batu setinggin pinggang orang dewasa untuk tempat duduk dan bersantai menikmati deburan air danau yang senantiasa menghantam.

Tidak banyak yang bisa Kami nikmati selain menanti sunset, namun jika Kalian ingin menginap di sekitar danau ada hotel untuk menginap dan ada sedikit pasir untuk anak bermain. Ada bagian yang terbuka selain tembok yang Saya sebutkan tadi.

Yang menarik adalah jalan lintas Danau Sinkarak selalu dijadikan lintasan lomba sepeda loh, Di sini kalau ada pertandingan balap sepeda selalu semarak karena antusias penduduk baik dari SumBar maupun luar daerah yang mengikuti perlombaan ini. Karena pesertanya yang banyak hadiahnya juga tidak tanggung-tanggung. Menurut penduduk sekitar hadiah untuk lomba balap sepeda misalnya motor, uang, sepeda dll yang harganya lumayan. 


Perbaikan untuk menarik wisatawan ke Danau Singkarak

Mungkin karena tempatnya yang jauh jadi sentuhan pembangunan lokasi wisata di rasa masih perlu perbaikan terutama untuk wahana bermain. Selain itu jika di bangun spot dengan view Danau Singkarak yang instagram-able mungkin akan lebih menarik wisatawan ke lokasi ini. Sebab ketika datang ke sini tidak banyak orang yang berkunjung karena mungkin tidak ada spot yang spesial untuk di foto. Berbeda dengan lokasi wisata lainnya di SumBar seperti Lezatta, Lembah Harau dll yang lebih banyak dikunjungi.

sumber sejarah Danau Singkarak: Wikipedia


Sejarah Ngarai Sianok, Panorama Dulu dan Kini

Kamis, 05 April 2018
ngarai sianok
google
 Sejarah ngarai sianok, panorama dulu dan kini - Mengunjungi Ngarai Sianok bukanlah satu dari agenda kami ketika datang ke SumBar. Bisa dibilang ini semacam kebetulan karena tujuan utama sebenarnya ke Goa Jepang. Namun karena tangga menuju Goa Jepang seperti Tembok Besar di China dan pastinya bikin ngos-ngosan.

Nah, Ngarai Sianok ini tepat berada dibelakang Goa Jepang. Berupa aliran sungai yang sayangnya tidak terlalu jernih dan sangat dangkal. Itulah kira-kira yang terlintas dipikiran saya ketika pertama kali datang ke tempat ini. Satu hal yang bikin menakjubkan adalah pemandangan disekitar ngarai benar-benar indah. Tebing ngarai menghujam hampir dalam posisi tepat 100 derajat. Tegak mengelilingi ngarai.

Penasaran dengan Ngarai ini sambil momong bocah saya pun googling tentang tempat wisata yang sebagian besar didatangi oleh warga setempat. Ada beberapa pondokan untuk kita beristirahat dan kedai makan sederhana. Makanan yang disajikan sebagian besar adalah cemilan dan makanan pokok tradisional. Lalu apa yang membuat Ngarai Sianok menjadi istimewa sejak jaman Belanda dulu?  Berikut sejarah Ngarai Sianok yang harus kamu tahu!

Sejarah Ngarai Sianok

sejarah ngarai sianok

Sejarah Ngarai Sianok, panorama dulu dan kini - Ngarai sianok adalah lembah curam yang hampir seperti jurang, terletak di perbatasan kota Bukit Tinggi kecamatan Koto, kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lembah yang memanjang dan berkelok ini merupakan gari batas dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku dan berakhir di kecamatan Palupuh.

Kedalaman Ngarai Sianok jika diukur dari dinding tebing hingga ke sungai dalamnya sekitar 100 m dan membentang sepanjang 15 km dengan lebar sekitar 200 m. Ngarai Sianok sendiri merupakan bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang. Warga sekitar menyebutnya patahan semangko. Patahan ini membentuk dinding yang curam bahkan tegak lurus membentuk lembah yang hijau.

Kondisi Ngarai yang unik ini ternyata hasil dari gerakan turun kulit bumi yang dialiri sungai. Dalam bahasa Minangkabau sungai ini disebut Batang Sianok artinya air yang jernih. Dahulu bisa jadi Batang Sianok ini memiliki air yang jernih namun ketika kami datang kondisi air keruh dan dangkal. Ketinggiannya hanya sekitar 30m dari dasar sungai. Namun tetap saja anak-anak antusias bermain apalagi ketika kami datang ada anak penduduk setempat yang sedang mandi. Jadi seru deh.

Di zaman kolonial Belanda jurang ini disebut sebagai karbouwengat atau dalam bahasa setempat disebut kerbau sanget. Ini juga tidak lepas dari sejarahnya dimana pada zaman dulu tempat ini dijadikan kawanan kerbau liar untuk mencari makan dan mandi.

Panorama Ngarai Sianok

ngarai sianok

Sejarah Ngarai Sianok, panorama dulu dan kini - Seperti tempat wisata lainnya yang memiliki sejarah panjang, Ngarai Sianok juga menyajikan panorama yang indah. Salah satu daya tarik sekaligus memiliki unsur magis adalah dinding tebing yang sumpah bikin deg-deg-an. Takut runtuh bo. Kalian bisa bayangin dinding tebing yang tegak menjulang sepanjang ngarai sekitar lebih kurang 15 km dari ujung ke ujung. 

Keamanan untuk berwisata disini sih terbilang standar aja ya. Mungkin karena aliran sungai yang tidak begitu desar sehingga kekhawatiran hanyut di sungai tidak terpikirkan. Yang pasti jika kalian membawa anak kecil ke sini, berarti urusan keamanan kudu dijaga masing-masing.

Ngarai Sianok meskipun sudah sangat lama menjadi objek wisata nampaknya belum kehilangan daya tarik dari kunjungan wisatawan. Terbukti meskipun bukan waktu berlibur Ngarai Sianok tetap masih ramai dikunjungi khususnya wisatawan lokal. 

Harapannya semoga kedepan Ngarai Sianok mengalami perbaikan khususnya transportasi, keamanan dan kebersihan lingkungannya. Untuk mencapai itu semua dibutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, pengelola, pedagang dan wisatawan untuk lebih menjaga kebersihan supaya nyaman untuk semuanya.

Lezatta Green House, Wisata Penuh Bunga di Sumatera Barat

Selasa, 27 Maret 2018
Lezatta Green House masih terbilang salah satu wisata baru di Sumatera Barat. Letaknya yang strategis tepat di pinggir jalan lintas menuju Riau menjadi salah satu tujuan wisata yang ramai belakangan ini. Tadinya saya tidak tahu kalau ada tempat wisata baru di sini. Maklumlah bukannya tiap minggu bisa jalan-jalan ke Sumbar kan. Jadi waktu pertama tahu pas jalan pulang ke Pekanbaru.

Tepatnya liburan tahun baru 2018 kemarin kami memilih SumBar sebagai destinasi wisata. Selain dekat dengan Pekanbaru, SumBar bisa dilalui dengan jalan darat. Tidak perlu pusing untuk memilih tempat penginapan karena ada homestay Mersi yang menawarkan kenyamanan ala desa dengan tetangga kanan kiri yang ramah. -- homestaynya akan ditulis pada postingan selanjutnya ya.

Lezatta Green House selintas terlihat seperti taman bunga biasa. Namun ketika Kamu masuk ke dalamnya baru deh kelihatan cantiknya tempat ini. Cuss kita ngobrol abis tentang Lezatta Green House.

Tiket masuk
Harga tiket masuk dikenakan 10.000/ orang dan bisa menikmati keindahan aneka bunga yang tersusu rapi mulai dari taman anggrek, kaktus, mawar, bunga jalar sampai bunga hiasan yang tertata rapi. Ada juga kursi-kursi cantik dan rumah-rumah ala hobbit serta rumah mungil yang tinggi. Intinya istagramable banget deh.

Untuk menikmati atau berfoto dirumah warna kamu akan dimintai tambahan tiket masuk sebersar 5.000/orang lain dari tiket masuk ke taman utama tadi. Di taman rumah warna ada berbagai atap rumah yang dibentuk macam-macam. Ada yang gandengan, terbalik, berdiri sendiri yang kesemuanya dicat warna-warni. Ada juga dinding bunga yang bertuliskan Lezatta Green House sebagai ikon utama yang cucok meong untuk foto-foto.


Lokasi wisata 
Lezatta Green House berada tepat dipinggir jalan lintas SumBar tempatnya di Jl. Raya Batusangkar - Bukittinggi No.23, Lambah, Iv Angkat Candung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat 26192. Buka dari mulai pukul 09:00 pagi hingga 16:00 petang. Lokasinya yang berada tepat di pinggir jalan ini menjadi satu masalah kalau menurut saya. Sebab antusias masyarakat baik itu penduduk SumBar maupun luar berdesakan menyebabkan kemacetan di ruas jalan ini.

Ada tempat parkir yang lapang tepat disamping lokasi wisata namun karena banyaknya kendaraan menyebabkan kemacetan tetap tidak bisa dihindari apalagi ketika musim libur tiba. Seperti pengalaman kami ketika pertama kali datang ke sini. Saya nyaris tidak bisa masuk dan akhirnya memang tidak memilih masuk. Karena bawa bayi yang pastinya akan riweh sekali saya lebih memilih diparkiran sambil makan jajan. hehehe

Kedatangan kami yang kedua kali tidak sedang musim libur nasional, namun tetap saja karena weekend Lezatta tetap ramai. Untuk kali ini saya memilih masuk sebab tidak terlalu padat jadi bisalah foto-foto sedikit.

Perbaikan yang perlu dilakukan
Ini semacam sugest aja sih dan sesuai dengan pandangan saya. Lezatta Green House merupakan destinasi wisata yang murah meriah, instagramable dan strategis. Perbaikan yang perlu dilakukan terutama tentang kebersihan lokasi wisata. Karena secantik apapun tempat wisata kalau banyak sampah tentu bikin sakit mata. Jadi selain pemiliknya yang harus menyediakan tempat sampah diberbagai sudut kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga perlu diedukasi. Bisa dengan cara menempelkan stiker tentang pentingnya menjaga kebersihan dll.

Secara keseluruhan tempat wisata ini menurut saya menyenangkan terutama bagi keluarga karena tempatnya tidak terlalu luas jadi aktivitas anak-anak bisa dipantau sejangkauan mata. Semoga akan hadir lagi tempat-tempat wisata murah dan bersih demi menunjang pariwisata Indonesia.

Sepuluh Pendidikan Dasar Pada Anak yang Sering Terlupakan

Senin, 26 Maret 2018
Bagi pasangan suami istri yang sudah memiliki anak tentu merasakan bahwa mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Karena anak sejatinya adalah cerminan dari diri kita sendiri. Memarahi anak sama artinya dengan memarahi diri sendiri, pun ketika kita mengatakan hal yang buruk tentang tingkah laku anak sebenarnya semua itu kembali pada orang tuanya.

Ada beberapa pendidikan dasar yang seharusnya sudah diajarkan oleh orang tua secara disiplin dan terus menerus sejak anak masih balita. Namun hal yang sifatnya mendasar ini justru sering terlupakan, mungkin sebab orang tua terlalu fokus pada masa depan anak berdasarkan jenjang pendidikannya.

Berikut ini adalah pendidikan dasar yang bisa diajarkan oleh orang tua agar kelak anak memperoleh kesuksesan baik dari segi financial maupun spritual.


Dekatkan diri kepada Tuhan
Ajaran agama, akan menuntun seseorang ke jalan terang, karena itu didik mereka supaya lebih mendekatkan diri kepada tuhan supaya tidak mudah tergoda oleh iming-iming kenikmatan sesaat dunia. Mengenalkan agama bisa dilakukan sejak anak berusia satu tahun, orang tua dapat mencontohkan lewat perbuatan seperti beribadah, sedekah, menyayangi lingkungan dan lain-lain. Anak akan melihat hal ini sebagai suatu yang menyenangkan sehingga tanpa disadari iapun akan meniru perbuatan anda.

Hidup sederhana
kesederhanaan adalah awal kebahagiaan. karena itu sejak anak-anak masih kecil, beri pengertian bahwa hidup sederhana bukan berarti selalu kekurangan, melainkan sebuah cara hidup yang menjauhkan diri dari sikap tamak dan serakah. Dengan mengajarkan kesederhanaan pada anak secara otomatis juga mengajarkan orang tua untuk mengingat komitmen untuk hidup sederhana.

Bekerja keras
Anak-anak perlu memahami bahwa untuk bisa tetap bertahan hidup, mereka harus mau bekerja keras. Bekerja adalah sebuah kewajiban karena ketika mereka sudah berumah tangga nanti bekerja juga menjadi bentuk dari amal ibadah. Mendidik anak untuk bekerja keras bukan berarti memaksa mereka untuk dapat menghasilkan uang banyak. Namun lebih kepada ketahanan mental anak untuk dapat bertahan di masa depannya kelak.

Tidak konsumtif
Didik mereka supaya mampu memanfaatkan uang dengan bijaksana. Arahkan supaya mereka tidak bersikap konsumtif dan menghambur-hamburkan uangnya untuk berbelanja kebutuhan yang tidak perlu. Membeli sesuatu sesuai kebutuhan berbeda dengan membeli karena keinginan, sebagai orang tua hendaknya dapat memberi penjelasan pada anak tentang hal tersebut agar anak dapat membedakan mana yang ia butuhkan dan mana yang diinginkan.

Jangan terlalu menuruti keinginannya
Jangan selalu menuruti keinginan buah hati anda, jika tidak anda sudah mengajari mereka untuk tumbuh menjadi pribadi yang egois dan manja. Anak adalah pribadi yang cepat sekali belajar dan pendidik yang pertama mereka lihat adalah orang tua. Jadi sekali kita menuruti keinginan yang sebenarnya kita tau itu tidak baik maka seterusnya anak akan meminta terus.

Selalu bersyukur
Terkadang kesulitan hidup yang sedang dihadapi dapat membuat seseorang menjadi lebih rendah hati serta penuh syukur. Karenanya, ajari anak-anak untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah dimilikinya. Cara mengajarkan anak untuk bersyukur adalah dengan mengajaknya melihat orang-orang yang kurang beruntung dari dirinya, beri pengertian bahwa apa yang dimilikinya saat ini adalah yang terbaik sesuai dengan usahanya.

Berhati-hati dalam memilih teman
Hati-hati memilih teman tidak semua bisa dijadikan teman. Anak-anak harus mengetahui bahwa pengaruh terbesar dalam kehidupannya banyak berasal dari teman. Orang tua juga harus memperhatikan dengan siapa anak berteman, jika gelagat yang muncul sudah tidak baik, segeralah mengambil tindakan sebelum terlambat.

Harta benda bukanlah segalanya
Anak-anak perlu mengerti bahwa harta di dunia ini bukanlah segalanya. Bahwa kebahagiaan sejati hanya datang dari nurani yang merasa tenteram dan keluarga yang bahagia. Di zaman yang serba canggih ini uang seolah menjadi satu-satunya alat untuk mencapai kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu sendiri bukanlah berasal dari uang tapi dari rasa cukup terhadap apa yang sudah dimiliki.

Tidak mudah merasa iri terhadap orang lain
Ajari anak anda agar tidak mudah merasa iri terhadap orang lain. Karena itu, bila mereka menginginkan sesuatu yang orang lain miliki, anjurkan kepada mereka supaya bekerja keras untuk bisa mendapatkannya. Beri pemahaman bahwa tidak semua yang orang lain miliki harus dimiliki juga karena rejeki tiap orang berbeda-beda.

Berikan contoh melalui teladan anda
Biarkan anak-anak melihat contoh melalui teladan nyata. Karena itu berikanlah mereka contoh hidup yang bersahaja supaya mereka terdorong untuk melakukan hal yang sama. Kadang orang tua sering menasehati anaknya untuk menjadi anak yang baik namun orang tua sendiri justru melakukan hal yang buruk didepan anak, ini tentu membuat anak menjadi bingung mana yang seharusnya ia tiru.

5 Cemilan Ini Wajib Dibawa Pulang Dari Sumatera Barat

Kamis, 08 Februari 2018
5 cemilan yang wajib dibawa dari Sumatera Barat - Berkunjung ke SumBar bukan hanya melulu menikmati pemandangannya. Ada ciri khas ketika kita datang ke provinsi yang berada di cekungan bumi ini. Cemilan. Ya, cemilan khas SumBar sudah terkenal dimana-mana. Apalagi kalau bukan sanjai. Sanjai sejenis cemilan atau makanan ringan seperti keripik. Awalnya mungkin orang hanya mengenal sanjai sebagai keripik ala SumBar. Namun sangking terkenalnya akhirnya pada pedagang menjadikan sanjai sebagai brand atau pendamping merk toko misalnya Sanjai Sumondo, Sanjai Mintuo dan lain-lain.

Sanjai memang menjadi cemilan favorite karena terbuat dari bahan yang tidak asing lagi bagi lidah orang Indonesia. Bahan sanjai yaitu singkong atau ubi. Siapa yang tidak suka keripik apalagi keripik ubi? kebanyakan dari lidah kita familiar sekali dengan cemilan ini. Ubi yang diolah menjadi keripik dengan berbagai campuran rasa seperti manis dan pedas menjadi cemilan yang paling dicari.

Selain sanjai ubi kini banyak pedagang yang menjual cemilan lain semuanya enak. Namun diantaranya ada yang menjadi favorit dan wajib dibawa pulang. Berikut 5 cemilan yang wajib dibawa pulang dari SumBar.

jajanan sumbar


Sanjai ubi
Sesuai namanya sanjai ini terbuat dari ubi sebagai bahan dasar. Keripik ini semakin enak ketika diberi rasa. Umumnya orang menyukai keripik ubi pedas yang memang memiliki sensasi pedas yang berbeda. Sanjai ubi memiliki berbagai ukuran ada yang panjang dan ada yang dipotong bulat seperti pada umumnya. Bahan lain yang digunakan untuk sanjai adalah talas dan pisang.

Alen-alen
Bentuknya unik seperti angka delapan dan berwarna kuning cerah. Alen-alen juga dibuat dari ubi yang dihaluskan kemudian dibentuk lalu digoreng. Kebanyakan alen-alen memiliki rasa original dan rapuh jadi tidak sulit mengunyahnya.

Beras rendang
Bahan utama cemilan ini adalah beras. Seperti yang kita tahu SumBar salah satu provinsi dengan mayoritas mata pencaharian dari bertani. Hamparan sawah padi nan luas menjadi pemandangan utama ketika berkunjung ke provinsi yang sejuk segar ini. Tidak heran beras tumbuk dibuat untuk melengkapi oleh-oleh ketika berkunjung kesini. Beras yang ditumbuk halus kemudian diberi gula agar terasa manis kemudian di bentuk bulat pipih. Ada yang ukuran besar dan ada juga yang dibentuk petak kecil-kecil. Setelah dipanggang kemudian dibungkus dengan kertas dan siap packing.

Kipang
Kipang memiliki dua bahan yang berbeda yaitu dari beras dan ketan. Kipang adalah jajanan jaman dulu yang masih dilestarikan hingga kini oleh masyarakat SumBar. Beras yang diolah sedemikian rupa hingga mekar ini dibentuk persegi kemudian dipotong dan masing-masing dibungkus plastik. Jajanan ini benar-benar mengingatkan saya dengan masa kecil karena menjadi favorite sebab harganya murah.

jajanan sumbar


Kerekel/keripik ubi nepo
Kerekel ini jenis makanan dari singkong yang dipotong kecil-kecil kemudian digoreng. Ada yang diberi pewarna alami dari kunyit dan ada yang original. Rasanya gurih cocok untuk cemilan. Kerekel biasa dijual dalam bungkus besar ukuran satu kilogram. Namun ada juga yang menjual dalam bungkus kecil setengah ons. Tergantung peminatnya.

Jajanan dari SumBar memang terlihat sepele dan hampir semuanya berbahan dasar singkong, beras dan beras ketan. Ini semua tidak lepas dari hasil bumi yang memang menjadi mata pencaharian penduduk sehari-hari yaitu bertani. Meskipun hanya cemilan sederhana nyatanya banyak wisatawan yang menyukai jajanan dari kota jam gadang ini. Bagaimana dengan kamu? jajanan apa yang sering kamu bawa pulang dari tempat wisata? share di sini ya.